Deklarasi Nahdlatut Tujjar

“Wahai pemuda putera bangsa yang cerdas pandai dan para ustadz yang mulia, mengapa kalian tidak mendirikan saja suatu badan ekonomi yang beroperasi, dimana setiap kota terdapat satu badan usaha yang otonom”

1977008_449091461911218_6910040186224689679_n~(K.H Hasyim Asy’ari, Deklarasi Nahdlatut Tujjar 1918)~

Dengan nama Allah yang telah menjadikan firmann-Nya ini sebagai mukjizat mengalahkan orang kafir yang durhaka. “Apabila telah ditunaikan sholat, maka bertebaranlah kamu dimuka bumi dan carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung”.

Allah telah menjadikan khusnudhon antara sesame hambanya sebagai suatu kenyataan yang harus ada dan tersembunyi, menjadikan gairah sebagai penjaga agama dan sebagai tonggak keberanian yang terpuji dan yang menyebabkan terikatnya orang-orang yang telah bersyahadat.

Rasulullah bersabda: barang siapa yang mencari harta benda yang halal agar dapat menjaga dirinya jangan menjadi peminta-minta dan berusaha demi keluarganya dan agar dapat membagi kasih sayingnya kepada tetangganya maka orang itu akan bertemu pada Allah SWT dalam keadaan wajahnya bersinar bagai rembulan purnama. Rasul juga bersabda bahwa: pedagang yang jujur akan dibayar pada hari kiamat nanti bersama pada shiddiqin dan syuhada.

Setelah kita melihat merosotnya bangsa dan anak negeri kita, serta kecilnya perhatian dan kepedulian mereka terhadap syariat Islam yang dapat dibuktikan dengan sedikitnya jumlah penuntut ilmu. Pudarnya bermacam-macam ikatan dan sebagian mereka telah membebaskan diri menjadi orang bebas sehingga tidak bisa melaksanakan shalat berjamaah. Dilain pihak sekolah Belanda penuh sesak, sdang mereka sama sekali tidak menghargai umat beragama. Padahal ditangan mereka ada kemegahan, kecendikiawanan dan kekuasaan disegala penjuru, didarat, laut dan setiap pelosok.

Setelah melihat itu semua, kita dipaksa berpikir dan meneliti dengan cermat sebab musabab timbulnya hal tersebut. Hasilnya kita telah mendapatkan bahwa bagi para ustadz ada tiga penyebabnya. Sedangkan bagi para penuntut ilmu, penyebabnya bahkan tidak terhitung lagi.

Sebab pertama, mereka melakukan tajarrud (sikap mengisolir dan membebaskan dari mencari nafkah), sedangkan mereka belum mampu. Akibatnya sebagian besar mereka merendah-rendahkan diri minta bantuan orang kaya yang bodoh atau penguasa yang durhaka.

Sebab kedua, ketidakpedulian mereka terhadap tetangga yang belum tahu rukun sholat, bahkan belum bisa melafalkan syahadat. Mereka tidak mendapatkan orang yang berdakwah membawakabar gembira dan kabar takut urusan agama. Mereka tidak mendapat orang yang dapat membimbing untuk urusan mencari rizki.

Sebab ketiga, mereka merasa tidak memerlukanilmunya orang lain dan mereka merasa cukup dengan ilmu yang telah dipelajari, sehingga merasa cukup dengan ilmu yang telah dipelajari, sehingga merasa tidak perlu bermusyawarah atau suatu ikatan atau suatu jam’iyah yang khusus untuk para ulama guna membahas hal-hal yang menunjang kokohnya agama dan membahas hukumnya menulis dengan tulisan Belada, membahas masalah agar mereka kembali kepada adanya persamaan dan menghargai umat beragama. Membahas sebab terjadinya maksiat.

Wahai para pemuda putera bangsa yang cerdik pandai dan para ustadz yang mulia, mengapa kalian tidak mendirikan saja suau badan usaha ekonomi yang beroperasi, dimana setiap kota terdapat satu badan usaha yang otonom. Badan ini secara khusus untuk kaum ulama dan bagi lainnya yang masuk kaum terpelajar. Dari badan usaha ini didirikan suatu darun nadwah (balai pertemuan) sebagaimana yang dilakukan oleh para sahabat.

Wahai pteman-teman sejawat, apakah kalian tidak melihat sekolah-sekolah asing dan beribu-ribu sekolah dikampung-kampuung yang penuh sesak? Padahal sekolah itu tidak mengajar sama sekali syariat Islam, tetapai yang diajarkan adalah ini dan itu.

Atas dasar penelitian yang cermat dan pemikiran yang panjang dan disertai dalil-dalil tersebut, Syekh, ustadz dan paman Hasyim dari Tebuireng mendirikan sebuah badan usaha dengan dibantu oleh yang nama dan jabatannya tersebuyt diabawah ini. Badan usaha ini diberi nama; Badan Usaha Al-Inan dengan singkatan SKN.

Soerabaia, 1918

Syekh Hasyim Asy’ari

Ketua SKN


Abdul Wahab Chasbullah

Bendahara SKN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s