Romo Kyai Ahmad Asrori Al Ishaqi RA Dan Penjual Minyak Wangi

5254_134257873754_521053754_3375469_6918660_n1Makkah Al Mukarromah, April 2004. Pagi hari setelah keluar dari Masjid Al Haram, Romo YAI RA mengajak sejumlah pendereknya untuk bersantai, berjalan jalan ke suatu area perbelanjaan tradisional. Waktu itu, tempat tersebut lebih dikenal oleh orang jawa dengan sebutan “Pasar Seng”.

Serombongan yang 6 orang penderek itu, dengan dipimpin oleh Romo YAI RA, keluar-masuk toko. Masuk ke toko kitab sebentar, keluar. Ganti masuk ke toko souvenir. Sebentar, keluar lagi, masuk ke toko arloji. Sampai akhirnya Beliau RA masuk ke toko minyak wangi. Otomatis semua penderek juga ikut masuk ke toko tersebut.

Entah kenapa, atau bisa jadi karena agak kecapekan, Romo YAI RA memilih duduk di salah satu kursi yang memang disediakan untuk pembeli, menghadap etalase, di salah satu sudut bagian dalam toko minyak wangi itu. Persis di depan Romo YAI RA duduk, hanya dipisahkan oleh almari etalase, berdiri seorang laki laki arab yang agak lanjut usia. Laki laki inilah yang kemudian diketahui sebagai pemiliknya.

Sementara para penderek memilih-milih mencari aroma yang dicocoki, Romo YAI RA dan lelaki pemilik itu ternyata dengan cepat kelihatan akrab dan menjalin obrolan dalam bahasa arab. Entah apa yang sedang diobrolkan oleh kedua beliau ini, tapi dari suasana yang awalnya penuh canda tawa, selanjutnya kelihatan berkembang dan berubah menjadi seperti sedang bicara tentang hal yang serius. Makin lama, makin kelihatan sama sama serius.

Lalu, sekitar setengah jam kemudian, Romo YAI RA memutus pembicaraan yang serius itu, dan sepertinya dengan tiba tiba saja, Beliau RA menjauh dan membalikkan tubuhnya, beralih menghadap, melihat-lihat minyak wangi. Tapi di sudut sana tadi sangat kelihatan, wajah lelaki tua pemilik toko itu diam terperangah. Wajahnya tegang, tak bergerak ataupun berkata, dan dari jarak sekitar 4 meter, matanya terus menatap punggung Romo YAI RA.

Mungkin karena tak bisa menahan diri, akhirnya si pemilik ini memanggil dan berbisik menanyai Fulan, salah seorang dari penderek. Karena Fulan yang ditanya itu tak bisa berbahasa arab, maka bergantilah bicara dalam bahasa inggris, meskipun “gratul-gratul”.

Intinya begini. Lelaki ini bertanya sembari jarinya menunjuk ke Romo YAI RA, “Oang yang kau ikuti itu siapa?” Dijawab balik oleh Fulan, “Memang kenapa?”. Lalu lelaki ini bicara dengan nada serius dan setengah gemetaran.

“Saya ngobrol dengan dia hanya sebentar. Tapi, Wa-Allaah, saya sangat yakin, itu bukan orang sembarangan. Wa-Allaah, itu bukan orang sembarangan” Diulang sampai tiga kali.

“Meskipun saya ini pedagang minyak wangi, tapi setidaknya saya dulu pernah mengaji. Saya pernah ber-Guru. Dari situ Guru saya membuat saya mengerti, akan tanda tanda orang yang istimewa dan yang diistimewakan oleh Robbul-‘Izzah Subhaanahu Wata’aalaa. Namun sekian tahun baru kali ini membuktikan. Inilah orang itu. Wa-Allaah, Inilah orang itu”

Belum habis bicara, Fulan mendengar suara Beliau RA setengah berteriak memanggil namanya. Spontan Fulan dengan tergesa memohon ijin lelaki tersebut dan langsung mendekat menghadap Beliau RA. Beliau RA lantas bertanya, “Bicara apa habib itu?”

Maka diceritakanlah secara ringkas omongan yang barusan didengarnya. Syahdan, Romo YAI RA spontan bergegas sembari dawuh ke para penderek, “Ayo … Ayo … Cepat kita berpindah. Cepat. Cepat” Romo YAI RA dengan langkah cepat, keluar meninggalkan toko itu, meski si lelaki pemilik tadi berteriak teriak memanggilnya. Romo YAI RA hanya menoleh sebentar dan kedua tangannya mengisyaratkan sungkem pamit, sambil kaki tetap melangkah dengan cepat. Langsung menuju ke hotel tempat menginap.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s