Matahari itu akhirnya terbenam Prof. Dr. K.H Ahmad Mudhor S.H

Inilah beberapa Komentar-Komentar Turut Berduka Cita mulai dari keluarga, santri Hingga Ahlul Ma’had atas Meninggalnya Guru Besar KH. Prof. Ahmad Mudlo, SH pada hari Jum’at 6 Desemer 2013.

Sang Mujaddid Said :
“Abah seorang pejuang sejati, tanpa kenal lelah wlwpun sdng sakit pun beliau masih beraktvtas dalam jarak jauh,,, namun untuk saat ini prjuangan beliau tertunda, tinggal menunggu waktu bahwa akan ada pejuang-pejuang yang akan menggantikan beliau dan menjalankan semua visi dan misi serta keinginan beliau,,, “Mudhorisme”
Selamat Istirahat Abah, sya yakin Abah, akan ada yang melanjutkan semua baik pemikiran Abah, maupun intsitusi yang ditinggalkan, ila yaumil qiyamah,,, Abah jangan bersedih yaa,,, “Yaa Allah Yaa Mujnaqob”

“Betapa besar jiwa kesucian beliau sampai detik-detik terakhir beliau berpindah tempat, bahwa beliau mengthui ktka sebgian anggota tubuhnya msih diselimuti dengan kotoran2, sehingga dibersihkan terlbih dahulu dan sempat mencucurkan air mata,,, stlah beberpa menit semua berlalu, dengan mudahnya beliau menarik nafas dan melepaskannya dengan santai dan nyaman sperti halnya ktika manusia tertidur. Namun tdurnya Abah bkn tidur sprti biasanya akantetapi bliau tidur untuk brpindah alam dan selama-lamanya,,, Abah kmi sangat kangen sekali,,, do’akan kmi agar ilmu dan keberkahanmu sllu mnyertai kami. Aamiin.”

“Abah tetap hidup kok, beliau katakan “hanya pindah alam dan berbeda mediumnya saja”, klw alam dunia, kita masih terkungkung dengan hal-hal yang sifatnya keduniawiaan sedangkan alam yang lain itu sdh fokus pada jati diri seseorang dalam menapak prjalanan yang sejati”.

Annis Kartika Said : Slmt jln abah
Allahummaghfirlahu wa ‘aafihi wa’fu :’anhu
Smg abah mndptkn tmpt trbaik disisi Allah..amiin

mas san Said : inna lillahi wainna ilihi roji’un….Mohon Maaf bah’..klau santrimu satu ini banyak salah….

Nailul Uswah Abah mhon maap banyk salah sm abah, smoga mendptkn tmpt yg terpuji d sisiNYa. Amiiin

Amaliah Uswatun Hasanah Said : innalillahi wa inna ilaihi rooji’un…
selamat jalan abah… maafkan segala kesalahan kami
semoga mendapatkan tempat yg paling mulia.. amiinn

Afida Rosdiana Ningrum Said : Wa alaikum salam warohmatullohi wabarokaatuh, abah maafkan santrimu ini… Allohummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu’anhu…al fatehah

Fillah el fathan Fillah Said : Allohummaghfirlahuu warhamhuu wa’aafihi wa’fuanhu,,,,İnsyaAlloh alm. Abah Mudhor akan diberangkatkan ke Lamongan malam ini dan akan dikuburkan disna, sesuai wasiat beliau. Salam dari ibuk buat tman2 “mohon dimaafkan ats sgla kesalahan Abah dan keluarga”,,,

Asisul Khoirot Said : Allohummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu….,Smg abah mndptkn tmpt trbaik disisi Allah SWT..aamiin…,, Selamat jalan Abah,,engkau selalu hidup dihati kami.

Ahmad F. Izzi Said : innaa lillahi wa innaa ilaihi roji’un, turut berduka cita atas meninggalnya guru besar kita Prof. DR. KH. AHMAD MUDLOR, SH. kyai sekaligus pengasuh Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang, semoga ilmu yang telah beliau ajarkan menjadi ilmu yang manfaat, mohon maaf selama menjadi santri mungkin kurang sunguguh-sungguh, Semoga Allah mengampuni beliau dan memberi pahala amal ilmu yang tidak terputus selamanya.

Anas Faqih Said : innaa lillahi wa innaa ilaihi roji’un, telah meninggal dunia abah kita tercinta Prof. DR. KH. Ahmad Mudhor, SH,( jum’at sore, 6 desember 2013)

Nurun NIhaya Said : “masih belum bisa mempercayai smw ini,,
abahq, romo yai, dan skrg abah mudhor,,, raganipun mboten saget ketingal,, pun mboten saget dengarkan nasiht2 beliau2,, ,, dan tu mmbuat diri ini takut,, takut menghadapi jahatnya diri sendiri, takut hati ini jauh dari illahi,,, Alloh,, ikhfadni,,, yamuqollibal qulub tsabit qolbi ala diinik,, tsabit qolbi ala mahabbatik,,”

“ayat yg dibaca oleh mas2 pesantren ini,,, selalu di ucapkan oleh abah,,, untuk membagkitkan semangat santri2x untuk jihad fisabilillah,,,

tinggalkn anak,istri, keluarga, benda kesangan, jabatan, dn sgala urusan dunia jika tu menghalangi jihad fisabilillah,,”

“Aliyatus Sa’adah Said “alhamdulillah, abah kita, dimakamkan di UNISLA Lamongan dengan khidmad dan ikhkas dari banyak pengiring: legislatif lamongan, pengurus yayasan unisla, para ulama, tokoh masyarakat, mahasiswa2nya, santri2nya, dan warga. disholatkan di malang, dan juga di lamongan secara 4 sesi berjamaah. tahlil serempak di kota malang, lamongan dan babat. beliau pejuang hebat dan sangat sederhana. banyak perjuangan dan amalnya yg kita nikmati saat ini. semoga kami bisa melanjutkan perjuangan beliau. selamat berjumpa dengan NYA yang paling kau cinta abah mudlor :`)”

“abah,, sudah saatnya abah beristirahat,,, menikmati sgala jerih payah abah,,,
tak ada sosok tokoh yg slama ni ketemui seperti abah,,
orang yang sangat dermawan,,,
smw jerih payah, uang, fikiran dan tenaga engkau persembahkan untuk umat islam,,,
pendiri pesantren, yayasanyatim piatu,, universitas,, lembaga sosial,,, lembaga kesehatan yg smwx tu engkau tidk mengambil keuntungan sedikitpun darinya,, malah engkau memberikan layanan yg sangat istimewa untuk murid-muridmu dn masih bnyak lagi perjuangan engkau torehkan untuk negeri dan agama ini,,, Alloh,,, kumpulkan beliau bersama kekasihMu dan para rosulMU,,, ”

“beliau
jika diliht dg kasat mata seprti org biasa,,
sebagai rektor berpakaian biasa
beliau
keturunan sunan giri
menekankan tasawuf
menggoncangkan hati tuk beristghfr dan berdzikir
memperjuaangkan ASWAJA
mengorbankan harta n tenaga untuk kemajuan islam,,
memperjuangkn pendidikan formal
mencerdaskan para pemuda islam
menggalang para pemuda untuk berfilsafat
menggoncangka para pemuda muslim
memberantas kemusyrikan di banyak tempat

abah,,, masih banyak lagi jihad fisabilillah abah,,,
abah pantas pada hari jumat ini dijemput oleh ribuan malaikat dan dibawa ke surga Alloh,,, alfatihah…”

“Fasha Al khasani Said : Semakin Hampa Rasanya Pesantren ini
Kangen sosok yang menjadi panutan semua insan…..”

Layyin Halimah Said : “Belum genap 3 tahun aku mengenal sosok beliau, sudah sangat sesenggukan kesusahan menghela nafas ketika ku dengar berita bumi telah kehilangan beliau…
Bumi kehilangan sosok pembelanya, sosok yang sangat gigih memperjuangkan ilmu, sosok yang tiada kenal lelah mengajarkan kebaikan… Sosok yang tiada pernah putus asa mengajak mendekat kepada Allah…
Lewat engkau aku belajar betapa hebatnya kekuatan doa…
Lewat engakau aku belajar betapa mulianya arti sodaqoh…
Lewat engkau aku belajar kegigihan seorang pendidik…
Lewat engaku aku belajar betapa banyaknya ilmu pengetahuan yang tidak aku ketahui.. Engkau seperti perpustakaan berjalan, yang tau segala macam disiplin ilmu, engkau pun seperti Al-qur’an berjalan, yang selalu tau dalil yang benar. Bagiku, engkau seorang guru yang sangat luar biasa yang Allah anugerahkan kepadaku…
Aku ingat, Pernah suatu hari aku menghadapmu sebelum berangkat ke Mataram, meminta restumu, engkau mengijazahiku sebuah doa yang sangat mujarab, yang belum pernah aku dengar sebelumnya… “Ya Allah Ya Muznaqob” , dan doa itulah yang mengantarkanku mendapatkan emas pada PIMNAS XXI. Andai engkau tau abah, itu adalah hadiah terindah yang engkau berikan kepadaku. Aku sangat menginginkannya, dan engkau menuntunku untuk mendapatkannya…
Engkau seperti ayah bagiku, yang selalu mendoakan di setiap perjalanan hidupku, menyelimuti hari-hariku dengan doa, dan selalu melarang apa yang tidak baik. Aku teringat lagi, pernah suatu hari aku mengantarkan teman karena ingin ijin pulang, dan rumahnya di Papua, ketika itu ia beralasan ibunya sakit, tapi engkau bersikeras tidak mengijinkannya karena menduga itu hanya alasan saja. Ketika itu yang ada dalam pikiranku betapa kerasnya engkau, sampai-sampai tidak mengijinkan santri pulang padahal ibunya sedang sakit. Namun ternyata lagi-lagi firasatmu benar… Ibunya memang tidak benar-benar sakit.
Betapa firasat kebapakanmu sangat kuat abah…

Sekarang sudah tidak akan ada lagi suara parau yang khas dari balik jendela kecil antara aula dan masjid, tidak akan ada lagi wajah tampan yang terselimuti keriput di balik kacamata hitam itu, tidak akan ada lagi suara nafas yang agak berat di balik microfon itu, tidak akan ada lagi tubuh gigih berbatik hitam favoritku yang berdiri di shof terakhir sholat subuh, tidak akan ada lagi sosok manusia terduduk di pintu aula yang membuat orang tidak berani lewat, tidak akan ada lagi gelakan tawa yang khas dari seorang yang amat kami cinta…

Tidak akan ada lagi engkau Abah Mudhor…
Terimakasih atas segala yang telah engkau berikan, engkau tilarkan, engkau ajarkan kepada kami… Terimakasih atas kebaikan tiada tara…
Maafkan saya yang belum bisa menjadi santri yang baik untuk engkau, masih sering tidur ketika halaqoh, terkadang ketiduran saat istighosah, telat saat mengaji, menjadi makmum masbuk ketika jama’ah, terlalu menyibukkan urusan kampus… Maafkan saya yang masih jauh dari santri harapan mu…
Kami meminta restumu, untuk terus memperjuangkan ilmu di bumi Pesantren Luhur… Untuk teru s menambah amal di bumi Pesantren Luhur… Untuk terus melakukan kebaikan di muka bumi ini….
Semoga kami dapat membawa amanah dan mewujudkan cita-cita mu sebagai manusia yang selalu berjuang demi kebaikan…
Semoga kami dapat menjadi golongan orang-orang yang meninggal sepertimu, didoakan banyak orang, dan khusnul khotimah…

Selamat jalan Abah…
Selamat jalan guru besarku, Prof. Dr. KH Ahmad Mudhor, SH…
Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu ‘anhu.
Allahumma laa tahrimna ajrahu, walaa taftinna ba’dahu, waghfirlana walahu…
Yaa ayyatuhan nafsul muthmainnah, irji’ii ilaa rabbiki raadliyatammardiyyah. Fadhulii fii ‘ibadi… Wadhuli jannati…
Amin…
Kami selalu merindukanmu, Bah…”

Warda Ashfia : “pesantren ini terasa beda setelah abah Prof. Dr. K.H ahmad mudlor, S.H telah tiada.. semoga kita semua santrinya dapat mengikuti jejak beliau, meneruskan perjuangan beliau. selalu doakan beliau, alfatihah …”

Abdullah Afandi Said “Kita semua terlalu bersedih, Abah…
Berbahagialah bah, karena Engkau akan menemukan suasana yg baru tanpa kami…
Bukan d sini lagi,, tapi di sana…tempat yg indah..
Cukuplah setiap kenangan yg tlah Engkau Tanam..
Akan menjadi kenangan yg tumbuh subur..
Engkau tak harus selalu bersama kami..

Ada atau tidak adanya.. Engkau selalu ada

6 desember 2013”

“Matahari itu akhirnya terbenam
Prof. Dr. K.H Ahmad Mudhor S.H”

And Me, i just wanna Say “Selamat Jalan Sng Mujaddid, Selamat Jalan Sang Mujahid, Dan Selamat jalan Sang Mujtahid, insyaallah kami kan bertemu di tempat yang engkau singahi saat ini dengan khusnul khotimah, jasa mu yang telah mendidik kami tak akan di lupakan oleh murid-murid mu, maaf kan kami sebagai murid yang kurang ta’dzim, yang kurang patuh, yang kurang kurang dan serba kekurangan, jasa mu yang tak ternilai, kau sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, selamat tinggal Kyai ku, Syech Ku, Ulama’ ku, guru ku, dan Orang tua sehabis ayah dan ibu ku yang ada di rumah.
06/12/13”615287_632078300185109_1018127313_o