Syi’ir وازهدوا ذا فقد علاقة قلبكا بالمال لافقد له تك اعقلا

A.  Pendahuluan

Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin, segala puji hanyalah milik  Allah semata. Dial ah Al-Mun’im, Dzat yang telah, akan dan senantiasa  menganugerahkan kenikmatan iman dan islam kepada kita sebagai kenikmatan yang paling berharga, yang tidak bisa ditukar dengan zamrud khatulistiwa. Hanya dengan ma’unah hidayah Allah (Fabini’matin minallaahi linta lahum) semata kita ditakdirkan untuk mencicipi apa yang disebut sebagai halaawatul iman atau manisnya iman. Shalawat dan salam semoga senantiasa kita kumandangkan kepada junjungan Nabi Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam ,manusia super power terdepan di dalam akhlak dan budi pekertinya, seorang manusia luar biasa yang pernah terlahirkan di bumi ini, nothing else. Dengan risalah berupa Al-Qur’an dan Hadits yang dibawa Nabi Muhammad kita dapat terselamatkan dari jalan kesesatan menuju jalan yang lurus,  jalan yang diridloi Allah, raadliyatan mardliyyah.

Mengawali paper ini, marilah kita tengok ayat yang tertera di dalam Al-Qur’an sebagai berikut

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, Yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak[186] dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).

[186] Yang dimaksud dengan binatang ternak di sini ialah binatang-binatang yang Termasuk jenis unta, lembu, kambing dan biri-biri.

Ayat di atas mengingatkan kita bahwa manusia senantiasa diliputi oleh kecintaannya kepada dunia, baik itu wanita, harta, keluarga, maupun tahta. Cinta yang berlebihan yang dilandasi dengan syahwat atau hawa nafsu tanpa dilandasi dengan semangat cinta kepada Allah melalui wasilah cinta kepada makhluk-makhluknya akan membahayakan manusia itu sendiri. Karena itulah kecintaan kepada semua makhluk Allah harus dilandasi dengan cinta kepada Allah. Cinta kepada Allah tidak dapat dikalahkan atau dinomorduakan. Kecintaan kita kepada Allah haruslah ditempatkan di nomor wahid.

Karena itu, di dalam ilmu tashawwuf manusia diperintahkan untuk berzuhud, mencintai Allah di atas segalanya.

Salah satu pesan yang teramat mendalam mengengenai anjuran untuk berzuhud ada di dalam sebuah sya’ir yang termaktub di dalam kitab Kifayatul Atqiya’ sebagai berikut:

وازهدوا ذا فقد علاقة قلبكا  بالمال لافقد له تك اعقلا

 Para pembaca yang budiman, untuk melengkapi ulasan syiir di atas, selanjutnya di dalam makalah ini perlu diuraikan tentang definisi zuhud baik secara etimologi maupun terminology yang dinukil dari berbagai pendapat para ulama mutashawwifiin (ahli tashawwuf), dan dijelaskan pula dalil naqli yang berkenaan dengan perintah zuhud dan fadlilah zuhud.

B.       Pembahasan

Definisi Zuhud

Secara etimologi, di dalam kitab Kifayatul Athqiya yang dikarang oleh Sayid Abi Bakar Al-Ma’ruf bi As-Sayid Bakar Al-Makkiy disebutkan bahwa الزهد خلاف الرغبة   yang berarti zuhud adalah lawan dari cinta.

Lebih detail di dalam kitab itu dituliskan  bahwa

الى ما هو خير منه انصرف الرغبة عن الشئ وحقيقته

yang berarti bahwa pada hakikatnya zuhud adalah menanggalkan kesenangan   terhadap sesuatu.

 Sedangkan secara terminologi dan pandangan para Ulama terdapat beberapa pendapat yang saling mendukung satu sama lainnya. Menurut Imam Ahmad bahwasanya zuhud adalah menyegarkan psikis dan fisik (jasmani). Sementara cinta terhadap dunia akan memperpannjang derita dan kesusahan dan tidaklah orang yang meremehkan ketaata


n kepada Allah kecuali Allah akan mengujinya dengan kesusahan. Hal ini didasarkan pada hadits Nabi:

من اراد ان يؤتيه الله علما بغير تعلم وهديا بغيرهدي فليزهد فى الدنيا

Artinya:

Barang siapa yang menginginkan Allah anugerahkan ilmu tanpa belajar maka berzuhudlah di dunia.

Sementara itu, menurut Imam Junaid bahwa zuhud adalah menanggalkan tangan dari kekuasaan dan hati dari berbagai keinginan. Dikatakan juga bahwasanya zuhud adalah menganggap kecil masalah dunia dan menghilangkan atsarnya dari hati. Menurut Imam Abu Sulaiman Ad-Daaraniy bahwasanya zuhud adalah meninggalkan sesuatu yang dapat menyibukkan dari selain Allah. Imam Sofyan Ats-Tsaury cukup sederhana dalam mendefinisikan zuhud. Menurut beliau zuhud adalah pendek angan-angannya.

Ciri-ciri orang yang berzuhud.

Di dalam kitab Mauidlatul Mukminin disebutkan bahqwaيحزن بمفقود da tiga cirri orang yang berzuhubd yakni:

1. ان لا يفرح بموجود ولايحزن على مفقود

Tidak senang ketika mendapat sesuatu dan tidak susah ketika kehilangan sesuatu sebagaimana firman Allah Subhaanahu wata’ala di dalam Al-Quran surat Al-Hadid :23

لِكَيْلا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ وَاللَّهُ لا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

Artinya:

(kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira[1459] terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. dan Allah tidak menyukai Setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.

[1459] Yang dimaksud dengan terlalu gembira: ialah gembira yang melampaui batas yang menyebabkan kesombongan, ketakaburan dan lupa kepada Allah.

1. ان يستوي عنده ذامه ومادحه

Yakni bersikap sama terhadap orang yang mncela dan memujinya.

1. ان يكون انسه باللله تعالى والغالب على قلبه حلاوة الطاعة

Yakni cintanya hanya kepada Allah semata

1. Interpretasi syi’ir

Di dalam kitab Kifayatul Atqiya’ halaman 21 termaktub yang sarat makna tentang pentingnta kita berzuhud dari kehidupan dunia.

وازهدوا ذا فقد علاقة قلبكا بالمال لافقد له تك اعقلا

Maksudnya: berzuhudlah wahai murid (orang yang mengharapkan ) di dunia untuk mencapai jalan akhirat, maka kalian akan menjadi manusia yang paling berakal, karena orang yang demikian memilki pandangan yang lebih futuristik dan visioner. Hal ini merupakan ciri-ciri orang yang berakal. Berbeda dengan orang kafir yang hanya berorientasi pada kehidupaan sesaat. Mereka tidak menyadari tentang adanya kehidupan yang kekal nan abadi. Mereka juga tidak pernah mengira bahwa segala amal tindakannya selama di dunia akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah Subhaanahu wata’ala.

4. Dalil-dalil yang berkenaan dengan Zuhud

a. Surat Al-Hijr:88

لا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَى مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ وَلا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِلْمُؤْمِنِينَ

Artinya:

janganlah sekali-kali kamu menunjukkan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang-orang kafir itu), dan janganlah kamu bersedih hati terhadap mereka dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman.

b. Surat Thaha:131

Ÿوَلا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَى مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَى

Artinya:

Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal.

`مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لا يُبْخَسُونَ

Artinya:

Barang siapa yang menghendaki Keuntungan di akhirat akan Kami tambah Keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki Keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari Keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.

1. Surat At-Taubah :34

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ كَثِيرًا مِنَ الأحْبَارِ وَالرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُونَ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

Artinya:

Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, Maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih,

1. Surat At-Taubah :35

يَوْمَ يُحْمَى عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ هَذَا مَا كَنَزْتُمْ لأنْفُسِكُمْ فَذُوقُوا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُونَ

Artinya:

Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, Maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.”

e. Surat Muhammad:36

إِنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَإِنْ تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا يُؤْتِكُمْ أُجُورَكُمْ وَلا يَسْأَلْكُمْ أَمْوَالَكُمْ

Artinya:

Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala keppadamu dan Dia tidak akan memint harta-hartamu.

f. Surat Al-Hadid:20

وَيَقُولُ الَّذِينَ آمَنُوا لَوْلا نُزِّلَتْ سُورَةٌ فَإِذَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ مُحْكَمَةٌ وَذُكِرَ فِيهَا الْقِتَالُ رَأَيْتَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ يَنْظُرُونَ إِلَيْكَ نَظَرَ الْمَغْشِيِّ عَلَيْهِ مِنَ الْمَوْتِ فَأَوْلَى لَهُمْ

Artinya:

Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan Para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu Lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

5. Hikmah Zuhud

Salah satu hikmah zuhud Allah akan menumbuhkan hikmah dan menghilangkan lisan dan penglihatannya dari keaiban dunia dan penyakit dunia. Di samping itu hikmah yang lain adalah Allah akan menyelamatkan diri mereka dari adzab Allah dan mengantarkannya kepada Daarussalam sebagaimana teks hadits yang diriwayatkan oleh Sya’b bahwasanya Nabi Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ما زهد عبد فى الدنيا الا أنبت الله الحكمة فى قلبه وانطلق بها لسانه وبصره عيب الدنيا و دوائها وأخرجه منها سا لما الى دار السلام

Yakni jika seseorang berzuhud dari kehidupan dunia maka ia akan menjadi manusia yang paling berakal karena zuhud itu bukannya tidak memiliki harta, melainkan tidak adanya ketergantungan hati dengan harta. Maka jangnlah mengira bahwa Nabi Sulaiman bukan tergolong orang yang berzuhud. Bahkan beliau adalah sezuhud-zuhudnya orang yang berzuhud karena beliau seringkali memberi makananan makhluk dengan makanan Nabi Sulaiman yang lezat-lezat.

1. C. Penutup

Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa syi’ir di atas mengandung perintah untuk berzuhud. Orang yang berzuhud adalah orang yang paling berakal.

DAFTAR RUJUKAN

Al-Qur’anul Karim dan Terjemahnya

As-Sayyid Abi Bakar Al-Makky.Kifayatul Atqiya’. Surabaya. Penerbit Al-Hidayah.

Al-allamah Syaikh Jamaluddin Al-Qasimy. Maidlotul Mu’minin. Daarul Ulum al-Islamiyyah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s