proses komunikasi pertanian

A. definisi Komuniukasi

Hovland, jenis dan Kelley dalam forsdale (1981), “komunikasi adalah proses individu mengirim stimulus  biasanya dalam bentuk verbal untuk mengubahperilaku seseorang.

louis forsdale (1981), Komunikasi suatu proses memberikan signal menurut aturan tertentu, sehingga dengan cara ini suatu sistem dapat didirikan, dipelihara dan diubah.

Brent. D. Ruben (1988), Komunikasi adalah suatu proses melalui individu dalam hubungannya, dalam kelompok, dalam organisasi dan dalam masyarakat menciptaka, mengirimkan dan mengunakan informasi untuk mengkoordinasi lingkungan dan orang lain.

William J. Seller, (1988), Komunikasi adalah proses dengan mana simbol verbal dan non verbal antara si pengirim dan penerima dan diberi arti.

Arni Muhammad (2009), Komunikasi adalah pertukaran pesan verbal, maupun non verbal antara sipengirim dan si penerima untuk mengubah tingkah laku.

Soekarwati, (1988) Komunikasi adalah suatu pernyataan antar manusia, baik secara perorangan maupun kelompok, yang bersifat umum (tidak rahasia) dengan menggunakan tanda-tanda, kode-kode atau lambang tertentu.

B. Tujuan Komunikasi

adapun seseorang melakukan sebuah komunikasi dengan sesama adalah mempunyai tujuan yakni komunikasi Informatif, Persuasive, dan Hiburan.

1. Komunikasi informatifKomunikasi informatif adalah jenis komunikasi yang bertujuan memberikan informasi atau penjelasan.  Isi informasi itu sendiri bisa bersifat pemaparan pandangan misalnya, penjelasan mengenai pelaksanaan otonomi daerah. Ada tiga hal yang harus diperhatikan  agar  komunikasi informatif ini dapat berhasil yaitu:

(a) menarik perhatian;

(b) mengusahakan agar komunikan bersedia menerima isi   pesan:

(c) komunikan bersedia menyimpan isi pesan.

2. Kom. Persuasif.

Tahap-tahap penyampaian efektivitas komunikasi persuasif sama dengan komunikasi informatif, tetapi tujuannya lebih jauh lagi, yaitu mengajak komunikan untuk bertindak sesuai dengan isi pesan komunikator.  Komunikan diberi pandangan-pandangan baru lalu diajak meneliti kembali kerangka acuan bertindak dan pola tingkah lakunya selama ini, dan akhirnya dibujuk untuk mengubah kerangka acuan dan pola bertindaknya itu sesuai dengan yang dikehendaki komunikator. Sekarang ini banyak bidang yang mendasarkan pada teknik ini seperti : periklanan/advertising, propaganda, negoisasi, direct selling, kampanye,dsb.

3. Komunikasi Hiburan

Komunikasi hiburan bertujuan untuk menghibur.  Meskipun tahap-tahap prosesnya sama dengan jenis komunikasi lainnya, pencapaian tujuannya lebih ringan daripada ketiga jenis informasi lainnya, karena tidak perlu mengubah pandangan ataupun pola tindak komunikan.  Tetapi, untuk dapat menjalankan komunikasi menghibur dengan berhasil, komunikator perlu mengetahui keadaan komunikan.  Kalau tidak, pesan yang diharapkan menghibur mungkin bisa diterima sebagai penghinaan. Jadi, dalam pelaksanaanya perlu pengetahuan dan pemahaman yang cukup baik

C. Proses Komunikasi

Proses Komunikasi tidak hanya terhenti setelah pesan disampaikan atau diterima oleh penerimanya, tetapi setelah penerima pesan, penerima memberikan tanggapannya kepada sumber , kemudian proses komunikasi berlangsung (ada hubunga timbal balik). proses komunikasi baru terhenti jika penerima telah memberikan tanggapan yang dapat dimengerti oleh pengirimnya, (BERLO, 1960).

Beberapa model komunikasi

1. Model Komunikasi Lasswell Dalam Forsdele (1988)

2. Model Komunikasi Shannon Dan wever (Forsdele, 1981)

3. Model Komunikasi Scrhraum Satu arah

Komunikasi pertanian

KOMUNIKASI PERTANIAN

Komunikator : orang atau petugas yang tugasnya menyampaikan peasn, bagi DepTAn Tanggung jawabnya pada PPL tugasnya : menyebarkan Informasi, mengajarkan ketrampilan dan kecakapan, memberikan rekomendasi, dan mengupayakan kemudahan terhadap kesulitan yang dihadapi petani.

Komunikan  adalah orang yang menerima pesan yaitu gapoktan, petani maju, kontak tani, atau HiPPA/HiPAM.

Pesan adalah semua informasi yang berkaitan dengan bidang pertanian. Sedangkan pada isi pesan tersebut mengenai

1.      Bagaimana meningkatkan produk pertanian

2.      Bagaimana menjaga lahan tetap subur

3.      Perlakuan pasca panen yang baik

4.      Bagaimana adopsi teknologi bisa dilakukan

5.      Bagaimana meningkatkan pendapatan Rumah Tangga

6.      Bagaimana berpartisipasi dalam kegiatan desa, Dll.

Tujuan pesan harus jelas, menurut Welch 1970, pakes, 1978 dan Long, 1979 tujuan penyuluh kepada petani harus jelas. Dikareakan petani membutuhkan data dan informasi yang sangat membantu bagi pekerbangan dari teknologi tersebut dengan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, agar mampu memecahkan masalah, agar mau dan mampu meningkatkan produksi, kemudian menggugah dan mengembangkan kesadaran kepada petani agar berswadaya, dan berswadana, selain itu bisa menumbuhkan jiwa petani agar mengembangkan kepemimpinan kelompok tani.

Komunikasi pertanian DEPTAN (Departemen pertanian, 2007) Program-programnya meliputi ;

–          Perbanyakan benih unggul padi/palawija, jagung, kedelai dan holtikultura, ternak, dan ikan (DEM area, demplot, inseminasi)

–          Menggunakan pupuk organik/anorganik

–          Penegendalian hama penyakit/penyakit melalui SLHP

–          Intensifikasi tanaman pekarangan budi daya toga dan horti/florikultura

–          Konservasi tanah, air dan perbaikan jaringan irigrasi

–          KUR, UMKM, pelatihan, dan lain-lain.

Adapun proses-proses perubahan dalam komunikasi

–          Secara persuasif atau bujukan

–          Secara pervasion atau pengulangan

–          Secara cumpulsion atau pemaksaan tidak langsung, dan

–          Secara coersion atau pemaksaan langsung.

Penyebab kegagalan Komunikasi

  1. Komunikasi yang tidak efisien disebabkan tujuan penyuluh tidak jelas, dan kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan berulang-ulang oleh komunikator
  2. Salah pengertian karena : perbedaan tujuan penyulug yang berbeda dengan tujan sasarannya, dan perbedaan latar be;akang pendidikan, ekonomi dan sosial budaya (penyluh dan sasarannya).

Acuan untuk mengefektifkan komunikasi dalam penyuluhan

  1. Harus diupayakan ada kepentingan yang saman (overlaping of interest),
  2. Pesan yang disampaikan harus merupakan salah satu pemecah masalah yang di hadapi sasarannya,
  3. Komunikator menyakini keunggulan pesan yang disampaikan dan ia akan yakin masyarakat memerlukan bantuan, dan
  4. Pesan yang disampaikan mengacu pada kepuasan da perbaikan mutu hidup (Cooley, 1971).

2 thoughts on “proses komunikasi pertanian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s