Singa Edan Taklukan Macan KEmayoran

KEPANJEN – Ambisi Singo Edan untuk merangsek ke posisi tiga besar Indonesia Super League (ISL) terpenuhi. Setelah semalam Singo Edan berhasil menyudahi perlawanan tim tamu dengan skor tipis 2-1 (2-0).
Perjuangan Arema untuk bisa menang, tak mudah. Sejak awal babak kedua, Arema harus bermain dengan 10 orang, setelah Sunarto diusir wasit karena mendapat kartu kuning kedua. Dengan kemenangan atas Macan Kemayoran tersebut, Arema kini betengger di posisi ke tiga dengan koleksi 34 poin.
Kemenangan Arema tak lepas dari penampilan langsung menggebrak diawal-awal babak pertama. Ahmad Bustomi dkk benar-benar merepotkan pertahanan Persija, yang digalang pemain asal Singapura, Precius Emarujaye.
Terbukti di menit ketiga Arema langsung mendapatkan hadiah penalti, hasil penetrasi Chmelo Roman yang diganjal oleh Ismed Sofyan di sisi kanan kotak 16.
Meski tendangan penalti yang diambil sendiri oleh pemain asal Slovakia tersebut sempat diulang, karena tendangan pertama dinyatakan tidak sah. Beruntung dua-duanya sukses.
Tendangannya ke sisi kiri gawang Persija berhasil menipu kiper Jendry Pitoy yang terlanjur terbang ke kanan. Gol Roman tersebut berhasil mengantarkan Arema unggul atas Persija di menit yang kelima.
Setelah terjadinya gol, serangan demi serangan masih terus dibangun oleh anak didik Miroslav Janu ini. Salah satunya berhasil membuat sebuah peluang emas bagi penyerang muda Sunarto di menit 10 yang tinggal berhadap-hadapan dengan jendry Pitoy. Sayang tendangan pemain asli Malang tersebut terlampau lemah sehingga mudah saja untuk bisa ditangkap oleh mantan kiper tim nasional Indonesia tersebut.
Namun derasnya serangan Arema, kembali berhasil menggoyahkan pertahanan Macan kemayoran. Dimana pada menit ke 17 sebuah umpan mendatar Zulkifly Syukur dari sisi kiri luar pertahanan Persija, berhasil dimanfaatkan jadi gol oleh Sunarto yang berdiri bebas di depan gawang Persija. Skorpun bertambah dua kosong untuk keunggulan tuan rumah Arema FC.
Meski hujan deras terus mengguyur sejak awal babak pertama dan Persija tertinggal dua gol di 17 menit, justru membuat lini penyerangan Persija yang dimotori pemain asal Nigeria, Greg Nwokolo semakin terpacu untuk bisa menipiskan ketertinggalan.
Beberapa peluang yang  didapat oleh Persija, selalu diawali oleh mantan striker Persis Solo tersebut. Salah satu yang paling berbahaya adalah di menit 21 dimana Greg berhasil melewati dua pemain Arema di sisi kanan pertahanan Singo Edan sebelum akhirnya melepaskan umpan silang. Beruntung umpan itu tidak berhasil dimanfaatkan dengan sempurna oleh Aliyudin untuk membobol gawang Kurnia Meiga. Peluang tersebutpun hanya berbuah tendangan gawang untuk Arema.
Melihat tekanan Arema yang mulai berkurang di 20 menit terakhir, Greg Nwokolo dkk pun terus tancap gas dengan menekan pertahanan runner up Piala Indonesia di musim lalu.
Beruntung kiper Kurnia Meiga tampil memukau. Termasuk kondisi lapangan yang licin karena hujan deras yang mengguyur Kanjuruhan, membuat beberapa peluang Persija menjadi sia-sia.
Meski Arema tampil dengan tensi yang lebih rendah, namun bukan berarti pasukan Singo Edan ini tanpa peluang. Beberapa kali melalui umpan-umpan lambung, Sunarto dan Yongki berhasil mendapat peluang. Sayang karena kondisi lapangan licin, peluang yang didapat dua striker muda Arema inipun belum bisa menambah keunggulan tuan rumah, hingga bertahan sampai babak pertama usai.
Tapi kerasnya pertandingan, empat kartu kuning di babak pertama keluar dari saku wasit Nagor Amir asal Malaysia. Masing-masing  satu untuk Persija yang diperoleh Kapten tim Ismed Sofyan di menit 24. Sedangkan dua pemain Arema Zulkifly Syukur, Sunarto  dan Yongki Ariwibowo juga diganjar kartu kuning oleh Nagor Amir pada 45 menit babak pertama tersebut.
Di awal babak kedua, Singo Edan belum meningkatkan intensitas serangannya. Malah tim tamu yang mengambil inisiatif serangan. Melalui sebuah heading Aliyuddin yang masih berhasil ditepis dengan sempurna oleh Kurnia Meiga.
Untuk menambah daya dobrak skuadnya, coach Persija Rahmad Darmawan melakukan dua pergantian sekaligus di menit ke 51. Yakni Bambang Pamungkas gantikan Aliyuddin dan gelandang impor Oliver Makor, menggantikan Samsul Bahri Chaeruddin.
Di tengah derasnya gelombang serangan Persija. Singo Edan malah harus kehilangan seorang pemainnya di menit ke 53. Sunarto harus diusir wasit setelah mendapatkan kartu kuning kedua, akibat handsball. Kondisi ini semakin memudahkan anak-anak Macan Kemayoran, untuk meneror lini pertahanan Arema yang digalang duet Purwaka Yudi dan Roman Golian.
Namun tebalnya tembok pertahanan Arema, membuat Persija yang memiliki setidaknya lima peluang emas, dan belasan sepak pojok menjadi frustasi.
Bahkan di menit ke 83 nyaris saja tuan rumah menambah keunggulan, setelah Dendi Santoso  mendapatkan umpan manis dari M Ridhuan di dalam kotak penalti Persija, namun sayang bola di kaki Dendi masih bisa di buang oleh Eric Bayemi.
Asa bagi Tony Sucipto dkk terbit, saat menit 86 Bambang Pamungkas mencetak gol melalui tandukan kerasnya, setelah menerima umpan silang matang dari Greg dari sisi kiri pertahanan Arema. Skor pun berubah 2-1, masih untuk keunggulan Singo Edan.
Untuk menambah tebal pertahanan, demi mengamankan tiga poin, Miro memasukkan bek Leo Tupamahu di menit 89, menggantikan Winger M Fachrudin. Pergantian tersebut  terbukti berhasil, hingga 90 menit ditambah empat menit waktu tambahan injury time,Skor kemenangan bagi tim yang lahir pada 11 Agustus 1987 tersebut tak berubah dengan 2-1.
‘’Ini pertandingan berat. Tapi beruntung pemain cukup disiplin dalam menjaga daerah pertahanan. Ini benar-benar pertandingan berat,’’ ujar Miroslav Janu usai laga. (bua/mg-3/avi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s