Dialog, Jalan Terbaik

rabu, 30 Maret 2011 12:44
MALANG -Persoalan konflik internal pengurus Arema, khususnya terkait dualisme hak suara Arema di Kongres PSSI, masih belum ada titik terang. Setidaknya hingga kemarin, belum ada kejelasan perihal dua pihak perwakilan yang datang di kongres.
Satu pihak Abriadi Muhara selaku Pelaksana Harian PT Arema Indonesia datang dengan membawa undangan atas nama Presiden Klub Arema. Pihak lainnya Siti Nurzanah selaku Direktur PT Arema Indonesia yang sempat dinonaktifkan, juga membawa bukti lain.
Bahkan Nurzanah datang bersama Direktur Utama PT Arema Indonesia, Muhammad Nur yang kebetulan adalah juga Ketua Yayasan Arema. Kedua datang setelah mendapat mandat dari Yayasan untuk berangkat ke Kongres.
’’Saya pikir kita tidak usah melihat kebelakang, yang penting sekarang bagaimana caranya semua pihak yang bertanggung jawab di Arema ini bisa berkumpul,’’ ungkap Presiden Klub Arema, Rendra Kresna kepada Malang Post, kemarin sore.
’’Kita harus duduk satu meja membahas semua hal di Arema. Kita harap Pembina Yayasan, Pengurus Yayasan dan semua Direksi bisa duduk bersama,’’ sambung pria yang juga Bendahara Yayasan Arema ini tak mau meributkan seputar undangan Kongres itu.
Namun Rendra Kresna belum memastikan waktu untuk dialog tersebut. Menyusul hingga saat ini, Presiden Klub yang juga Bupati Malang ini mengaku masih ada kesibukan di Jakarta bersama Menteri Dalam Negeri.
’’Bisa kita agendakan minggu depan, karena saat saat ini saya ada acara dengan Menteri Dalam Negeri di Jakarta, setelah itu semua pengurus bisa bertemu,’’ sebut Rendra perihal rencana pertemuan yang bakal membahas semua persoalan di Arema ini.
Sementara itu, Abriadi Muhara yang selama ini melaksanakan tugas sehari-hari PT Arema Indonesia menyambut baik rencana dialog tersebut. Menurutnya itu jalan terbaik untuk mendapatkan solusi terkait banyaknya persoalan di Arema.
’’Saya pikir jalan terbaik memang dengan dialog. Jadi persoalan yang dihadapi Arema selama ini bisa dipecahkan oleh Dewan Pembina dan pengurus Yayasan secepatnya,’’ ungkap Abriadi ditemui di kantor Arema, kemarin sore.
Dialog tersebut diharapkannya juga bisa mempertegas posisi masing-masing pihak yang bekerja atau bertanggung jawab di Arema. Menyusul beberapa orang meski secara de jure tercatat sebagai pengurus, namun secara de facto sudah tidak aktif.
’’Ya, kita tunggu saja rencana untuk bisa dusuk bersama ini. Kita harapkan itu bisa pecahkan masalah di Arema, semua permasalahan termasuk masalah finansial dan siapa yang paling bertanggung jawab di Arema,’’ tegas Abriadi.
Untuk saat ini, pemegang kebijakan tertinggi di Arema memang tidak jelas. Khususnya sejak HM Nur sudah tidak terlihat aktif, hanya Rendra Kresna yang masih sering terlihat berkoordinasi dengan pengurus harian.
Secara legalitas formal, Pembina Yayasan Arema pun tidak jelas. Meski selama ini Andi Darussalam Tabusala yang sering disebut-sebut sebagai Dewan Pembia Yayasan Arema, setelah Darjoto Setiawan menyatakan mundur beberapa waktu lalu. (bua/avi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s