Keluhkan Rumput Stadion

Keluhkan Rumput Stadion

Senin, 28 Maret 2011 15:02
MALANG–Pihak pengelola Stadion Kanjuruhan Kepanjen tidak tinggal diam menanggapi keluhan tim Arema. Hal ini menyangkut kondisi lapangan stadion milik Pemkab Malang ini yang kurang ideal saat Singo Edan ditahan imbang 1-1 tamunya Sriwijaya FC Palembang, Minggu (27/3) lalu. Mereka siap melakukan pembenahan demi meningkatkan kualitas lapangan.
Seusai laga itu, pelatih Arema, Miroslav ‘Miro’ Janu menyebut, ketebalan rumput lapangan sangat tinggi. Kondisi itu cukup mengganggu Ahmad Bustomi dkk saat bermain dan mengalirkan bola. Tak hanya itu, kubu Arema juga menjumpai lubang di tengah lapangan yang hingga mengakibatkan gelandang Arema, Esteban Gullien terjatuh hingga berlanjut harus absen panjang akibat cedera.
Abdul Haris, Kepala UPTD Stadion Kanjuruhan mengakui, pihaknya tidak melakukan pemotongan terhadap rumput itu pada H-2 atau H-3 laga dengan ketebalan 2,5 centimeter seperti yang biasa dilakukan jelang Arema bermain. Pasalnya, kondisi rumput lapangan kala itu lembek buah padatnya jadwal pemakaian pertandingan. Jika dipaksakan dipotong, dia menjamin kualitas rumput akan menggangu proses pertumbuhan rumput.
‘’Kami akan tidak lanjuti apa yang menjadi keluhan Arema. Sebelum Arema bermain, tanggal 25 (Maret, Red), lapangan dipakai pertandingan. 30 Maret dan 5 April nanti, juga akan kembali dipakai. Kemarin, kondisi rumput dan lapangan lembek, jadi tidak ideal jika rumput dilakukan pemotongan. Jika dipotong, nantinya akan merusak pertumbuhan rumput,” terang Haris kepada Malang Post, semalam.
Mantan Ketua Panpel Arema Indonesia ini mengatakan, pihaknya juga bersiap langsung secepatnya melakukan pengecekan kembali kondisi lapangan Kanjuruhan. Utamanya, untuk mencari adanya lubang seperti yang dilaporkan kubu Arema. Disamping itu, Haris berjanji, pihaknya akan langsung melakukan perataan kembali permukaan lapangan menggunakan baby roller. Dengan demikian, kondisi Stadion Kanjuruhan sudah akan kembali ideal.
‘’Pemotongan rumput itu hanya butuh waktu 3 jam saja, hanya saja pemotongan dilakukan harus melihat lebih dahulu kondisi terakhir rumputnya. Jika rumput kondisinya kuat, ideal sekali untuk dilakukan pemotongan,” ucap Haris. (poy/jon)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s