nabilussalam

Just another WordPress.com site

ORDO YANG MENJADI HAMA

pada April 5, 2011

ORDO YANG MENJADI HAMA

A. Ordo Orthoptera (bangsa belalang)

Sebagian anggotanya dikenal sebagai pemakan tumbuhan, namun ada beberapa di antaranya yang bertindak sebagai predator pada serangga lain. Beberapa jenis serangga anggota ordo Orthoptera ini adalah :

-  Kecoa (Periplaneta sp.)

-  Belalang sembah/mantis (Otomantis sp.)

-  Belalang kayu (Valanga nigricornis Drum.)

Gejala Serangan :
v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:Arial;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

- Akibat serangan hama ordo ini ialah bagian organ tanaman, terutama daun, mengalami kerusakan, bolong-bolong sehingga kemampuan fotosintesis berkurang.

- Tanaman merana, layu, dan mati karena diserang akarnya.

- Pada serangan berat, tinggal tulang daun saja.

B. Ordo Hemiptera (bangsa kepik) / kepinding

Ordo ini memiliki anggota yang sangat besar serta sebagian besar anggotanya bertindak sebagai pemakan tumbuhan. Namun beberapa di antaranya ada yang bersifat predator yang mingisap cairan tubuh serangga lain. Beberapa contoh serangga ordo Hemiptera ini adalah :

-  Walang sangit (Leptorixa oratorius Thumb.)

-  Kepik hijau (Nezara viridula L)

-  Bapak pucung (Dysdercus cingulatus F)

Gejala Serangan :

- Biji hitam, busuk, kulit biji keriput dan bercak-bercak cokelat; kadang-kadang polong kempes dan gugur. Daun bintik-bintik.

-  Bekas isapan berwarna cokelat. Bila serangan hebat, tanaman menjadi kering.

-  Pada padi bulir padi tampak kecokelatan, hampa dan bila masih berisi, kualitasnya rendah.

-  Pada daun kangkung muda bintik-bintik hitam atau kecokelatan.

-  Pada daun teh muda bercak-bercak cokelat kehitaman.

-  Pada buah kakao tua terdapat bercak-bercak hitam, pada buah muda terdapat bercak hitam, keriput; kadang-kadang buah gugur.

C. Ordo Homoptera (wereng, kutu dan sebagainya)

Anggota ordo Homoptera memiliki morfologi yang mirip dengan ordo Hemiptera. Perbedaan pokok antara keduanya antara lain terletak pada morfologi sayap depan dan tempat pemunculan rostumnya. Serangga anggota ordo Homoptera ini meliputi kelompok wereng dan kutu-kutuan, seperti :

-  Wereng coklat (Nilaparvata lugens Stal.)

-  Kutu putih daun kelapa (Aleurodicus destructor Mask.)

-  Kutu loncat lamtoro (Heteropsylla sp.).

Gejala Serangan :

-    Pada tanaman padi  tampak seperti terbakar karena cairan tanaman diisap pada bagian pangkal batang.

-    Daun padi tampak bercak-bercak cokelat. Serangan berat pada tanaman muda menyebabkan daun kering dan akhirnya mati.

-    Daun keriting; warna lebih tua, kadang-kadang kemerahan dan rontok pada keluarga Malvaceae, Solanaceae, dan Leguminoseae.

-    Daun salah bentuk menjadi keriting atau keriput; warna pucat; kadang-kadang bunga dan buah gugur pada tanaman kapas, kentang, cabai, apel, bawang merah, jeruk, tomat, dan lain-lain.

-    Daun menguning, kemudian cokelat, akhirnya mengering dan mati pada tanaman kacang-kacangan, kapas, tembakau, dan lain-lain

D. Ordo Coleoptera (bangsa kumbang)

Anggota-anggotanya ada yang bertindak sebagai hama tanaman, namun ada juga yang bertindak sebagai predator (pemangsa) bagi serangga lain. Beberapa contoh anggotanya adalah:

-    Kumbang badak (Oryctes rhinoceros L)

-  Kumbang janur kelapa (Brontispa longissima Gestr)

-  Kumbang buas (predator) Coccinella sp.

Gejala Serangan :

- Daun muda seperti digunting berbentuk segi tiga atau huruf V Pelepah daun kadang kadang dimakan sehingga patah. Bila menyerang titik tumbuh, tanaman kelapa akan mati pada tanaman kelapa.

- Bila uret menyerang akar, tanaman merana Serangan uret pada kulit batang, menyebabkan tanaman mati pada tanaman Padi, jagung, tebu, pisang, kacang-kacangan, jeruk, dan lain-lain (polifag)

- Terdapat bercak tembus cahaya pada daun. Pada serangan berat tinggal tulang daun saja pada tanaman Kentang, kedelai, tembakau, dan kangkung.

- Permukaan ubi bercak-bercak cokelat kehitaman. Bila ubi dibelah, terdapat terowongan-terowongan berwarna cokelat kehitaman dan mengeluarkan bau yang khas pada ubi jalar.

- Beras atau biji jagung bolong-bolong dan pada serangan berat biji-bijian hancur atau menjadi bubuk.

E. Ordo Lepidoptera (bangsa kupu/ngengat)

Dari ordo ini, hanya stadium larva (ulat) saja yang berpotensi sebagai hama, namun beberapa diantaranya ada yang predator. Beberapa jenisnya antara lain :

-  Penggerek  batang padi kuning (Tryporiza incertulas Wlk)

-  Kupu gajah (Attacus atlas L)

-  Ulat grayak pada tembakau (Spodoptera litura)

Gejala Serangan:

- Daun berlubang-lubang, pada serangan berat tinggal tulang daun saja pada tanaman Kubis, kubis bunga, lobak, dan sawi

-  Krop kubis berlubang-lubang pada tanaman kubis

- Tanaman muda terpotong, layu terkulai, dan mati pada tanaman Kubis, bawang, seledri, melon, padi, dan lain-lain.

- Daun bolong-bolong, kadang-kadang tinggal tulang daun saja pada tanaman Tembakau, kedelai, kubis, tanaman kacang-kacangan.

- Daun muda menggulung, berwarna kuning kecokelatan, mudah dicabut; pangkalnya terdapat bekas gigitan ulat (sundep). Malai berwarna putih, berdiri tegak, hampa, mudah dicabut; pangkalnya terdapat bekas gigitan ulat (beluk). Tampak jalur-jalur putih tembus cahaya karena hijau daun dimakan pada tanaman padi.

- Buah muda berlubang; sebagian badan ulat sering tampak di bagian luar buah yang diserang pada tanaman kapas, tomat, jagung, dan lain-lain (polifag).

F. Ordo Diptera (bangsa lalat, nyamuk)

Serangga anggota ordo Diptera meliputi serangga pemakan tumbuhan, pengisap darah, predator dan parasitoid. Beberapa contoh anggotanya adalah :

-  lalat buah (Dacus spp.)

-  lalat predator pada Aphis (Asarcina aegrota F)

-  lalat rumah (Musca domesticaLinn.)

-  lalat parasitoid (Diatraeophaga striatalis).

Gejala serangan:

- Daun muda berubah bentuk seperti tabung mirip daun bawang merah dengan warna putih ungu pada tanaman padi.

- Jaringan daun membesar, timbul bisulbisul bulat berwarna hijau, hijau kecokelatan atau keunguan. Di dalamnya sering terdapat tempayak pada mangga.

- Terdapat bintik-bintik putih dan alur lengkung pada kotiledon, daun pertama atau daun kedua, akhirnya tanaman  layu dan mati pada tanaman kacang-kacangan, jagung, dan padi.

- Terdapat bintik-bintik putih dan alur lengkung pada daun muda. Bila batang dibelah terdapat bekas gerekan hama berwarna cokelat, tanaman kerdil. Pucuk tampak layu kemudian mati (2-3 ruas). Bila bagian pucuk dibelah, terdapat bekas gerekan hama berwarna cokelat pada tanaman kedelai.

- Bentuk buah kurang baik, benjol-benjol, busuk dan mudah rontok; di dalamnya terdapat tempayak pada tanaman mangga, pisang, pepaya, jambu biji, jeruk, dan lain-lain

G. Ordo Thysanoptera

Gejala serangan:

-    Terdapat putih perak pada daun, akhirnya cokelat dan mati pada jambu biji, mangga, jambu monyet, salam, dan lain-lain (polifag)

-    Timbul warna putih perak, lalu daun gugur pada tanman polifag, terutama kina

-    Timbul warna putih perak pada daun; tangkai bunga kerdil; mahkota bunga rontok pada anggrek.

-    Timbul warna putih perak, kadang-kadang mengeriting ke atas. Buah berubah bentuk; terdapat goresan cokelat muda pada kulit buah pada bawang merah, cabai bai, kentang, kacang- kacangan, tembakau, tomat, dan lain-lain

H. Ordo Rodentia

Gejala serangan:

-          Tanaman mengalami kerusakan dan dapat menjadi mati.


Penyakit Akar Gada (Plasmodiophora brassicae Wor)

Penyakit  akar  gada  yang  disebabkan  oleh  patogen  tular  tanah  (Plasmodiophora  brassicae  Wor.)  merupakan penyakit  penting  pada  tanaman  kubis  dan  tanaman  cruciferae  lainnya.  Patogen  menyebabkan  pembengkakan  pada akar  dan  kadang-kadang  pada  pangkal  batang  yang  merupakan  ciri  khas  dari  penyakit  tersebut.  Pembengkakan pada  jaringan  akar  dapat  mengganggu  fungsi  akar  seperti  translokasi  zat  hara  dan  air  dari  tanah  ke  daun.  Keadaan ini  mengakibatkan  tanaman  menjadi  layu,  kerdil,  kering,  dan  akhirnya  mati.  Spora  rehat  patogen  dapat  bertahan hidup  di  dalam  tanah  sampai  17  tahun.  Populasi  patogen  sering  merupakan  campuran  berbagai  patotipe  sehingga mempersulit  pengendaliannya.

Gejala sedikit berbeda dari host ke hostang diamati gejala pertama di atas tanah adalah layu hari mencari. Dinyatakan sehat tanaman layu pada hari-hari kering panas, pulih setelah matahari terbenam atau suhu dingin. Sebagai penyakit berlangsung, daun kuning dan mati. tanaman berpenyakit jelas terhambat dibandingkan dengan tanaman yang tidak terinfeksi dan akan sering diterjemahkan dalam rendah, daerah basah di lapangan . Ketika digali, akar memperlihatkan berbagai gejala. menyebabkan infeksi Baru simpul kecil seperti Gelembung udara pada akar, mana yang dikembangkan infeksi lebih menampilkan panjang klub berbentuk spindle dan akar lateral primer Beberapa host, seperti lobak dan lobak, tidak membentuk klub saat terinfeksi. Host ini lesi cekung hitam sepanjang permukaan akar.

Phytophthora infestans (Penyakit Hawar Daun Kentang dan Busuk Kentang)

Serangan Phytophthora Infestan pada daun kentang. Gelaja awalnya tampak berupa bercak-bercak hijau kelabu pada permukaan bawah daun, kemudian berubah menjadi coklat tua. Semula serangannya hanya terjadi pada daun-daun bawah, lambat laun merambat ke atas dan menjarah daun-daun yang lebih muda. Bila serangan menghebat, daun yang kering akan mengeriting dan mengerut, tetapi bila keadaan udara tetap basah maka daun akan membusuk dan sering mengeluarkan bau yang tidak enak. Bila udara panas dan kelembaban tinggi perkembangan penyakit sangat cepat. Seluruh daun akan menghitam, layu dan menjalar ke seluruh batang. Dalam keadaan lembab, pada sisi bagian bawah daun akan kelihatan cendawan kelabu, yang terdiri dari conidiophores dengan konidianya. Akibatnya akan semakin parah, jaringan daun akan segera membusuk dan tanaman mati. Gejala ini cepat sekali menjalar ke seluruh areal kentang dan membinasakan tanaman, terlebih lagi bila musim hujan tiba. Percikan air akan mengantar spora cendawan ganas ini kemana-mana. Keganasan cendawan ini ternyata tidak hanya menimpa daun, umbi pun dimangsanya pula. Kulit umbi yang terserang melekuk dan agak berair. Bila umbi dibelah, daging umbi berwarna cokelat dan busuk. Praktis umbi tidak laku dijual (Anonim, 2001).
Pada Buah , becak yang berwarna hijau kelabu kebasah-basahan meluas menjadi becak yang bentuk dan besarnya tidak tertentu, pada buah tomat hijau bercak berwarna coklat tua, agak keras dan berkerut, bercak mempunyai batas yang cukup tegas, dan batas ini tetap berwarna hijau pada waktu bagian buah yang tidak sakit matang ke warna yang biasa. Kadang-kadang becak mempunyai cincin-cincin. Dalam pengangkutan, penyakit dapat menyebabkan busuk lunak dan berair, yang mungkin disebabkan oleh jasad sekunder (Rumahlewang, 2008).

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.309 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: